TEAM BUILDING FORMASI DUA DEKADE: BERGERAK PENUH MAKNA!

formasi-fib-ui.org–13 Maret 2010. Sabtu pagi yang cerah, memberikan tanda bahwa pada hari ini perjalanan tim building Formasi yang sempat tertunda beberapa minggu akan berjalan dengan lancar. Pukul 07.00 pagi, berkumpullah para ikhwan dan akhwat di MUI untuk persiapan mengikuti Timbul Formasi. Para BPH Formasi telah lebih dahulu berangkat ke tempat yang akan dituju. Dan untuk para rekan yang tiba lebih dulu di MUI, tetap menunggu kedatangan teman-teman mereka yang masih dalam perjalanan ataupun terlambat datang.

Waktu menunjukkan pukul setengah 9 pagi. Setelah semua peserta sampai di MUI dengan berjumlah 28 akhwat dan 4 orang ikhwan, maka berangkatlah kami, kloter kedua dengan menumpangi kereta ekonomi. Tadinya kami pikir kereta yang menuju Bogor akan sepi. Tapi ternyata… dari Jakarta tetap saja penuh. Apa mungkin karena hari weekend maka banyak warga Jakarta yang rihlah ke Bogor? Yaa… Mungkin saja begitu. Saat naik kereta, para akhwat terpisah gerbong hingga sang Kaput panik dan menghubungi beberapa akhwat yang lain. Karena saking penuhnya gerbong yang kami naiki, maka masing-masing akhwat berbeda gerbong. Mulai dari gerbong 6 hingga gerbong terakhir di gerbong 8. Untungnya, beberapa akhwat dilindungi oleh 2 orang ikhwan yang memang satu kloter dengan kami…

Perjalanan dari stasiun Pondok Cina ke Bogor memakan waktu kurang lebih setengah jam. Alhamdulillah, kami semua tiba dengan selamat di stasiun Bogor. Kami langsung berkumpul dan mengabsen diri agar tidak tertinggal rombongan. Khususnya para akhwat yang jumlahnya membludak ketimbang ikhwannya. ^_^;  Kami dibagi menjadi 3 kelompok  untuk naik angkot carteran. Kelompok pertama dan kedua lebih dulu berangkat. Sedangkan sisanya bersama dengan 2 orang ikhwan karena tidak cukup masuk ke angkot sebelumnya. Perjalanan menuju villa luar biasa dahsyat! Awal perjalanan melewati tol Ciawi dari Bogor, lalu masuk ke wilayah Cisarua. Sampailah di pertigaan Mega Mendung belok kiri. Jalannya yang meliuk-liuk, penuh liku, dan subhanallah, pemandangan yang indah begitu sampai di dekat jurang. Rasa takut dan kagum bercampur jadi satu. Sempat bertanya ke penduduk sekitar dimana villa yang bernama Rini berada. Karena memang dua mobil carteran ditumpangi oleh akhwat semua yang tidak tahu letak villa tersebut. Hm… beberapa puluh meter lagi, dan kami akhirnya diselamatkan oleh 2 ikhwan yang sudah siap dengan motornya untuk menunjukkan kami ke villa. Alhamdulillah… perjalanan penuh rintangan berhasil dilewati. Kami turun dari angkot dan berjalan kaki menuju villa. Betapa senangnya kami begitu menemui teman-teman kami, para BPH Formasi yang sudah tiba lebih dulu disini…

Hampir menjelang Zuhur, kami masuk ke rumah dan melihat-lihat keadaan sekitar villa. Rumah yang sederhana, saat kami masuk disambut dengan kolam ikan koi dan ikan mas (atau nila?) melewati jembatan kecil. Kemudian di bawahnya terdapat taman bermain anak-anak seperti perosotan, jungkat-jangkit, tangga-tanggaan… Pokoknya cuma buat anak kecil, deh! Tapi akhwat suka bermain disitu, lho… Maklum, masa kecil kurang bahagia… hehehe…>0<;;  Di lantai atas dikhususkan untuk tempat ikhwan, yang membuat para akhwat iri. Karena di lantai ini tersedia dapur dan tv. Dan akhwatnya harus bersyukur menerima tempat di lantai bawah karena jumlah akhwat yang lebih besar dan banyak. Ada juga kolam renang yang sangat menarik perhatian. Tapi tidak mungkin kami para akhwat masuk ke kolamnya. Hmh… Lalu ada pula meja bilyard– memang  tidak ada stick maupun bolanya, sih. Lagipula kami tidak bisa memainkan bilyar…><;; —yang terdapat di ruang terbuka. Agar tidak membuang waktu, kami langsung merapikan tas dan masuk ke kamar yang sudah ditentukan. Azan Zuhur berkumandang. Kami bersiap diri untuk menunaikan sholat Zuhur yang dijamak dengan Asar karena saat sore nanti kami akan melakukan outbond yang pastinya berkotor-kotor ria. Usai sholat, kami semua makan siang bersama. Ada beberapa akhwat yang tidak membawa bekal, maka kami saling berbagi. Disinilah ukhuwah mulai terjalin antara kami meski ada perbedaan usia maupun angkatan. ^v^

Pukul 2 siang. Pembukaan Timbul Formasi yang dilaksanakan oleh ikhwan. Dan setelah itu ikhwan dan akhwat dipisah untuk melakukan outbond. Karena akhwat yang paling banyak makan bisa dibilang wilayah villa ‘dikuasai’ oleh akhwatnya untuk outbond. Ukhti Fatimah yang membuka terlebih dahulu dengan membagi akhwat menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok membuat yel-yel dan nama timnya. Namanya unik-unik ada Bolang (Akhwat Petualang), Mutia, Kurma, Aisyah, dan Himar. Selama outbond berlangsung, canda dan tawa selalu terjadi. Permainan outbond terdiri dari 5 games. Ada permainan membawa bola dengan sumpit, lalu melipat tikar sampai berukuran kecil dengan syarat semua peserta tim tidak boleh keluar dari tikar yang dilipat sampai 4 bagian simetris. Ada lagi permainan penuh konsentrasi dengan arahan sang pemimpin (jundi) yaitu memasukkan pulpen yang diikat kepinggang ke dalam botol yang sangat sulit dimasukkan. Apalagi peserta kecuali ketuanya tidak boleh melihat ke belakang. Dan juga permainan ambil mahkota yang dilakukan dua tim yang membuat kotor dan senang akhwatnya karena permainan ini butuh konsentrasi untuk merebut mahkota dari lawan. Tempat yang digunakan memang penuh dengan lumpur dan tanah basah. Bahkan yang mengatur permainan ini saja sampai kena imbas dari para peserta. Tapi disitulah letak serunya permainan outbond. Terdapat ibroh yang bisa dipetik ditiap games terutama mengenai kerjasama tim dan kepercayaan terhadap ketua dengan bawahannya. Namun sayangnya, permainan terakhir tidak dapat dilakukan karena cuaca tidak mendukung. Hujan mulai turun dan para akhwat harus masuk ke rumah…

Untuk outbond yang dilakukan oleh ikhwan, lagi-lagi membuat para akhwat iri karena  mereka bermain di kolam renang! Ya, beberapa akhwat ada yang mengungkapkan rasa irinya. Enak banget, ya ikhwannya… bisa berenang bebas… dan suara ikhwan tidak kalah dengan akhwatnya. Masya Allah…^_^’’

Jelang maghrib, saatnya bersih-bersih dan mengganti pakaian. Sempat terjadi kekhawatiran pada Ukhti Fatimah yang sebelum hujan turun mengantarkan 2 saudari kita untuk pulang ke rumah karena sakit. Ia mengantar mereka dengan motor milik ikhwan sampai ke jalan besar! Hujan mulai deras, hp-nya gak diangkat, bahkan 2 akhwat yang dihubungi pun tak diangkat pula! Alhamdulillah, ikhwan yang dipinjam motornya langsung menyusul ditengah tetesan air hujan. Bisa dibayangkan, jalanan yang penuh liku, licin dan berjurang. Dan Alhamdulillah…. Ukh Fatimah kembali dengan selamat dan penuh senyuman. Kekhawatiran kami terbayar dengan lega…

Lanjut dengan sholat maghrib, kemudian tilawah Qur’an sampai azan Isya berkumandang. Setelah menunaikan sholat kami bersiap-siap untuk makan malam… Makan malam memang yang paling wah dan dahsyat! Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada panitia konsumsi yang telah menghidangkan makanan enak-enak. Setelah makan, kami mendapat kejutan dengan kedatangan beberapa akhwat yang datang menyusul ke Timbul Formasi di malam hari! Akhwat pun bertambah lagi. Pukul 8 lewat, akhwat dibagi menjadi 2 kelompok. Pembagian kelompok ini dilakukan oleh Ukh Fatimah. Kami diarahkan menuju keluar rumah, dan tiap kelompok menghadapi 2 pos. Awalnya kami dihadapkan dengan pos pertama yang dijaga Kaput Suhita dan Ukh Fitri. Mereka mulai memberikan pertanyaan kepada kami tentang Formasi, segala biro dan departemennya. Mereka menguji sampai mana pengetahuan kami tentang Formasi. Berlanjut ke pos yang lain. Kami bertemu dengan Ukh Denty dan Ukh Nuri. Disini tensi agak naik dengan suasana yang berbeda. Sikap mereka yang serius, ditambah lagi dengan pertanyaan yang membuat kami tidak bisa berpikir lama. Solusi yang harus kami jawab sebisa mungkin tepat dan seolah-olah kami yang merasakannya. Dan pos terakhir, dimana Ukh Dewi, Ami dan TItin  yang memimpin menyuruh kami untuk bersama-sama meminum dua gelas air secara bergantian tanpa menyentuh gelas dengan jarak yang agak jauh melalui beberapa sedotan yang disatukan. Disinilah kami diuji kekompakan dan kerjasamanya untuk menghabiskan air minum dengan waktu yang terbatas. Usai meminum air dan waktu telah habis, Ukh Dewi memberikan ibroh pada kami bahwa dua gelas yang berisi air itu seperti ujian yang harus kami hadapi secara bersama-sama. Salah satunya memiliki rasa asin yang tidak enak dan satu gelas lagi rasanya manis. Hal ini agar nantinya kami bisa saling merasakan susah dan senang satu sama lain dalam menjalankan organisasi.

Hampir jam 11 malam, kami dikumpulkan lagi bersama dengan ikhwannya untuk mendengar sambutan dari Majelis Pertimbangan Formasi yang diwakili Akh Fachrino. Ia memberikan motivasi dan semangat pada kami sebagai anggota Formasi. Dan jelang tengah malam, acara selesai dan kami kembali kerumah untuk tidur…

Ahad tiba. Jam 4 pagi Kami dibangunkan oleh panitia untuk qiyamul lail dan sholat Subuh berjamaah. Selanjutnya dilakukan mentoring dan riyadhoh untuk akhwatnya. Saat olahraga berlangsung (yang sebenarnya menunggu sarapan terhidang…) para akhwat bercanda tawa dan kembali ke masa SD.>v<;; Kami melakukan permainan ular naga, lalu chabocha, dan permainan tangan lainnya. Sampai salah satu panitia memanggil kami semua untuk berkumpul mengambil sarapan yang telah tersedia. Hmm…. Alhamdulillah perut kembali terisi dengan menu yang lezat…

Pukul 8 pagi kami bersiap-siap merapikan diri dan semua perlengkapan untuk kembali pulang ke rumah. Berlanjut ke penutupan Timbul Formasi dan pembagian hadiah untuk pemenang outbond. Kemudian kami semua pulang dengan berjalan kurang lebih satu kilometer dari villa sampai ke tempat mobil sewaan. Perjalanan kami sampai di stasiun Bogor. Disinilah kami semua berpisah menuju rumah masing-masing. Alhamdulillah, Timbul Formasi kali ini berjalan dengan lancar dan kami pun pulang dengan perasaan senang dan lega. Semoga Formasi dua dekade semakin solid dan penuh kreativitas. Formasi dua dekade, bergerak penuh makna!

By : Ummu Hanie

Rekan Hadis FORMASI DUA DEKADE     v^_^v

Nb : yang nulis adalah seorang akhwat, jadi mohon maaf untuk ikhwannya yang tidak saya ceritakan dengan jelas ataupun merasa ‘terintimidasi’. Tulisan ini ditulis berdasarkan pengamatan saya sendiri dan apabila ada kesalahan ataupun kekurangan, mohon diralat dan diperbaiki. Syukron…

Popularity: 27% [?]

About the Author