Mengenali untuk Menangkal Gerakan NII
Sejarah NII
Setelah perjanjian renville, terdapat sebuah gerakan dengan basis agama yang masih mempertahankan kesatuan RI. Gerakan ini adalah Darul Islam (Negara Islam). Gerakan ini adalah satu-satunya gerakan yang mencegah meluasnya komunis Belanda. Mengapa memakai kata negara islam? Karena masyarakat jaman dulu bisa dipersatukan dengan dua hal, yaitu klenik dan islam.
Sekarang ini kita mengenal adanya istilah KW IX. Kenapa ada KW IX? KW atau komandemen wilayah, merupakan pembagian wilayah dan gerakan dari NII. KW IX ini diamanahkan untuk bergerak di wilayah Jakarta Raya. Pemimpin yang terkenal dari KW IX adalah Panji Gumilang. Dialah presiden dari NII wilayah Jakarta.
Program yang dijalankan oleh KW IX antara lain:
- Perekrutan
- Perekonomian
Mereka bermaksud untuk mengusai bidang-bidang perekonomian negara. Misalkan saja dengan produk-produk mereka, atau dengan menguasai jalur perdagangan. Dengan dikuasainya bidang-bidang perekonomian di Indonesia, membuat mereka semakin cepat dalam mengumpulkan uang.
- Tarbiyah
Metode tarbiyah (pendidikan) sudah dilakukan NII dengan mengdirikan suatu lembaga pendidikan formal, seperti pesantren Al-Zaytun. Agar mereka juga memiliki SDM yang mampu untuk memajukan NII.
- Rumah sehat
- Militer
- Keuangan
Bagian inilah yang mengurusi hal-hal apa saja yang dibutuhkan dalam membangun suatu negara Islam. Mereka juga yang mengurusi aliran-aliran ‚zakat‘ dari para anggotanya. Tentunya bukan cuma 2,5% dari penghasilan mereka, karena mereka butuh lebih dari itu.
Modus yang biasa mereka lakukan dalam merekrut orang lain ada 3:
1. Modus umum
- Orang yang direkrut yang sudah mapan cara berpikirnya. Artinya korban bisa diajak berdiskusi dan senang dengan hal-hal yang berbau logika
2. Modus buruh
- Sasarannya adalah orang yang tidak mampu dan para buruh yang tidak punya rumah, pekerjaan dsb. Mereka menawarkan bantuan tempat tinggal atau pekerjaan kepada korbannya. Setelah korbannya tinggal bersama satu wilayah dengan mereka, mereka pun semakin mudah untuk mendekati korbannya.
3. Pelajar dan mahasiswa
- Mengapa tujuannya adalah mahasiswa?
- Mahasiswa biasanya senang hal-hal yang berbau dengan diskusi, gerakan revolusi, demokrasi, dan gerakan-gerakan lainnya. Oleh karena itu, mereka lebih mudah untuk diajak diskusi.
- Mahasiswa itu tinggal di kosan, sehingga lebih mudah untuk mendekati.
- Mahasiswa yang jauh dari orang tuanya, lebih mempunyai seribu satu alasan untuk bisa berbohong untuk mendapatkan uang.
Sistem diskusi
Sebenarnya ini cara merekrut seperti ini sangat riskan, karena bisa saja orang yang diajak berdiskusi mengetahui modus tindakan mereka dan melaporkannya ke aparat. Oleh karena itu, sebelum mengajak diskusi, mereka mengatur strategi terlebih dahulu. Biasanya mereka mendekati korbannya secara personal dan mengamati korban terlebih dahulu. Mereka mendekati sesuai dengan kemampuan dan kekurangan korbannya. Kalau korban senang dengan sejarah, maka awal diskusi mereka adalah membahas tentang sejarah, hingga akhirnya membahas tentang tujuan mereka.
Pertemuan Pertama
Mereka hanya sekedar mengajak jalan-jalan. Korban diajak jalan ke food court, mall dan tempat keramaian lainnya, sehingga korban tidak merasa curiga bahwa dia akan di’apa-apa’kan. Disinilah mereka mulai melakukan pendekatan. Berdiskusi tentang hobi dan kesukaan korban, hingga akhirnya kepada masalah negara Indonesia (keumatan). Bila korban semakin tertarik, maka berlanjulah ke pertemuan kedua.
Pertemuan Kedua
Dalam pertemuan ini biasanya mereka datang secara bergerombol. Supaya yang direkrut tidak merasa curiga. Hal ini juga dimaksudkan agar untuk mengantisipasi korban supaya tidak mengetahui bahwa ‘sang perekrut’ juga anggota NII. Caranya bagaimana? ketika korban tidak setuju dengan isi pembicaraan (dengan gerombolan yang dia bawa), maka ‘sang perekrut’ pura-pura juga tidak setuju. Bila korbannya tertarik, maka dia akan lebih antusias. Setelah korban semakin tertarik dan ingin lebih mengetahui, maka dilakukanlah pertemuan ketiga.
Pertemuan Ketiga
Setelah pikiran-pikiran korban telah terfigura (dengan banyaknya diskusi) seperti keinginan mereka, mereka akan lebih mudah untuk mempengaruhi pikiran-pikiran korbannya. Mereka mengajak korbannya untuk dibaiat. Tapi, mereka memberitahukan cara untuk bisa dibaiat.
Mereka menganalogikan dengan buah apel. Meskipun apel itu terlihat ranum, enak, dan bagus, kalau apel itu sudah terkena alumunium, maka apel itu hanyalah sampah. Lalu bagaimana caranya supaya apel itu dapat dinikmati, adalah dengan cara mengambil alumuniumnya. Alumunium inilah yang disebut dengan shodaqoh hijrah. Uang yang harus mereka berikan kepda NII agar bisa menjadi anggota NII. Awal masuk, korban hanya diminta uang sebesar RP 250.000. Namun, lama-kelamaan mereka akan meminta uang jutaan rupiah setiap harinya, untuk memudahkan mereka melancarkan misi membangun NII.
Cara dibaiat:
1. Diajak ke suatu tempat dengan cara ditutup matanya. Jangan sampai korban mengetahui dimana dia saat itu.
2. Korban-korban akan dikumpulkan dalam suatu tempat yang tidak mereka ketahui lalu mereka dibaiat, dan hal pertama yang harus mereka lakukan untuk bisa masuk ke dalam NII adalah dengan membayarkan sejumlah uang.
Gerakan yang paling aneh dari NII yaitu pergerakan mereka sejak 2006-2011. Antara lain :
- tidak membawa nilai-nilai dalam sirah nabawiyah, sehingga tidak membuat kita semakin cinta kepada Allah, tidak semakin ingin bersujud menyembahnya, melainkan semakin membuat kita untuk tertarik melakukan gerakan intelektual yaitu, revolusi
- dengan seenaknya mereka mengatakan orang lain yang bukan anggota mereka itu sebagai umat yang kafir. Rasulullah saja tidak pernah mengatakan kepada siapapun bahwa dia adalah orang kafir, bahkan kepada seekor anjing pun.
- Ketika mereka mengajak berdiskusi tentang sebuah ayat, NII tidak pernah membaca arab dari al-qur’an, hanya sekedar terjemahannya. Lebih buruknya lagi, mereka menerjemahkan tidak sampai habis, separuh-separuh sesuai kebutuhan mereka, dan juga menerjemahkan seenak ‚udel‘ mereka. Naudzubillahi minzalik.
- Mempelajari agama Islam tidak seperti memasak, tidak instan! NII dengan mudahnya memberikan dan mendapatkan ilmu tafsir hanya dalam waktu 3-4 hari. Ilmu tafsir bukanlah ilmu pengutak-atik ayat.
- Mereka selalu menggunakan istilah dan menganalogikan manusia dengan istilah lain. Seperti analogi apel.
- Metode terbaru dari gerakan mereka adalah hipnotis. Ini bukan sembarang hipnotis. Mereka melakukan ini dengan cara memasukkan jin ke dalam tubuh korbannya. Jin ini dipaksa masuk, sehingga bersifat merusak tubuh dan jiwa dari korbannya. Berbeda bila kita kerasukan, ketika kita kerasukan, pikiran kita terbuka. Misalnya, antum sedang bengong memikirkan kapan antum akan melaksanakan walimahan, ketika bengong itulah, jin masuk, namun ketika itu pikiran kita terbuka. Berbeda bila dipaksa, ketika di ruqiyah, korban bisa menjadi kehilangan ingatan, stres, bahkan gila.
Dari mana kami (ust umar nadi) tahu, bahwa jin itu dipaksa masuk? Jin itu sendiri yang mengaku bahwa dia dipaksa dan diperintahkan masuk ke tubuh korban. Inilah tindakan yang paling berbahaya dari NII KW 9.
Yang harus diperhatikan dari keanggotaan NII adalah:
- Orang-orang di dalamnya itu tinggi kualitas intelektualnya, tapi sangat kering ilmu agama dan pengamalannya. Mereka hafal terjemahan Al-Qur’an, tapi tidak hafal arabnya.
- Yang paling salah dari gerakan NII adalah tidak diberlakukannya sholat bagi anggotanya. Mereka membolehkan anggotanya untuk tidak shalat supaya mereka lebih fokus untuk mencari uang (zakat). Kegiatan inilah yang dianggap beribadah kepada Allah.
- Mereka masih menanamkan nilai-nilai sebelum Al-Qur’an turun..Oleh karena itu, mereka memperbolehkan anggotanya untuk tidak sholat. Padahal Al-Qur’an sudah ada, dan tafsirnya pun sudah ada. Mereka mengatakan bahwa yang terpenting adalah pendirian Negara Islam, sehingga uang sangat dibutuhkan, untuk itu shalat bisa ditinggalkan.
Pesan-pesan untuk mahasiswa:
- Kalau ada orang yang mengajak diskusi tentang kondisi negara dengan menyebutkan terjemahan ayat Al-Qur’an (tanpa membaca arabnya) tinggal bilang saja, „Waah, kamu NII ya!?“ dan jangan teruskan diskusi tersebut. Tapi, biasanya bila dikatakan seperti itu, dia (anggota NII) akan bilang, „NII? Apa itu?“ maka dia benar NII.
- Bila kita ditepuk punggung atau pun pundak oleh orang itu, maka tepuk balik dia. Jangan sampai pikiran kita melayang, atau justru terkejut. Bila kita ditampar, maka tonjok balik saja. Disinilah letak izzah (harga diri) seorang muslim yang tidak bisa dipukul sembarangan. Rasulullah saja melarang punggung seorang muslim untuk dipukul kecuali untuk alasan tertentu.
- Bila terus dikejar, segera lapor kepada lembaga dakwah setempat atau NII crisis center.
- Bila ingin keluar dari NII, segera melapor ke atasan. Bukan menghilang tanpa jejak. Anggota yang menghilang tanpa jejak inilah yang justru akan diteror, karena pada dasarnya mereka butuh bukti bahwa orang itu benar-benar keluar.
- Yang paling penting, isilah rohani kita dengan ilmu agama. 1 orang ahli agama lebih baik daripada 1000 orang ahli ibadah. Mengajilah, maka hati kita akan menjadi tentram. Dekatkanlah diri kita kepada Allah. Bergaullah dengan orang-orang shaleh.
_____________jazakumullah khairan katsiran____________
„Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.“
(QS Al-Maidah:3)
Popularity: 6% [?]

wih formasi makin keren aja, semoga webnya makin rame