“Jangan Cuma Ayam yang Lo kandangin,,
Kandangin juga Nafsu Lo!”
Alhamdulillah, segala puji bagi ALLAH SWT dengan segala nikmatnya yang masih memberikan kita kesempatan untuk terus memperbaiki diri, terus meningkatkan diri sampai batas maksimal yang kita miliki hingga mencapai standar maksimal dari-Nya. Selawat serta salam tiada hentinya kita curahkan kepada junjungan besar kita, permata hati untuk semua makhluk dunia dan akhirat, nabi Mhammad SAW, karena dengan perantaranya dunia ini dapat menemukan kemilau jatidiri dan kecermerlangan identitas dengan kemuliaan islam. Semoga terus sampai kepada sehabat, keluarga derta ummatnya yang tetap istiqomah menghidupkan sunnahnya.
Sebuah nikmat tak terungkapkan karena Allah masih memberikan kesempatan untuk menginjakkan kaki untuk mengarungi Ramadhan yang mulia. Inilah menjadi titik balik keimanan ketika kita dapat memaknai bulan suci ini sebagai tamu spesial serta sarana peningkatan kualitas diri setiap insan. Dalam bulan Ramadhan yang mulia ini, menjadi penting ketika kita memperhatikan keberkahan ibadah-ibadah yang kita lakukan. Memang benar di bulan ini Allah banyak memberikan pahala. Bahkan, nafas yang kita hembuskan pada bulan suci ini dianggap tasbih oleh Allah.
Betapa mulianya Ramadhan ini seharusnya membuat kita semangat untuk meraih ridho-Nya. Bukan berarti menahan lapar dan dahaga kita menghalangi produktivitas kita. Bukan berarti banyak waktu kosong kita menjadikan kita tak bergairah. Bukan berarti tidur kita yang dianggap pahala menjadikan kita bermalas-malasan. Waspadalah terhadap nafsumu yang melenakan!
Allah menciptakan Ramadhan ini semata-semata sebagai bukti cinta untuk hamba-Nya. Begitu pula nafsu yang diciptakan Allah untuk mengetes sejauhmana cinta hamba kepada penciptanya. Khususnya pada bulan Ramadhan, nafsu ini harus ditaklukan. Nafsu ini harus ditundukkan. Puasa pada Ramadhan mengajarkan kita untuk mengendalikan nafsu. Nafsu makan dan minum, nafsu amarah, nafsu birahi dan nafsu-nafsu lain yang dapat membatalkan dan mengurangi keberkahan ibadah puasa.
Ketika Allah menjanjikan pada bulan Ramadhan akan membelenggu seluruh setan yang biasa mengganggu, maka saat itulah sesungguhnya kita bertarung dengan nafsu kita sendiri. Karena pada bulan biasa nafsu kita akan mudah mempengaruhi kita atas prakarsa setan, tetapi di bulan Ramadhan adalah murni sifat dan wujud asli kita yang terbungkus oleh nafsu tanpa campur tangan siapa-siapa. Sekali lagi, waspadalah pada nafsumu yang menipu!
Pada dasarnya, nafsu itu cenderung mengajak kepada keburukan. Apalagi pada bulan Ramadhan ini, jangan sampai momen suci ini rusak karena nafsu yang tek terkendali. Ironis saat kita berpuasa masih mengumbar emosi. Ironis saat kita berpuasa masih mengeluarkan kata-kata kotor. Ironis saat kita berpuasa masih tidak dapat nafsu birahi yang bergejolak. Justru puasa inilah menjadi solusi untuk mengendalikan nafsu. Puasa ini mengajarkan kita hakikat kesabaran. Sabar untuk menahan emosi ketika ada yang mengejek kita. Sabar untuk duduk berlama-lama membaca Al-qur’an. Sabar untuk tidak makan atau minum karena takut kepada Allah padahal ada kesempatan untuk melakukan hal itu. Bahkan, sabar untuk tidak riya’ dalam melakukan ibadah. Kesabaran yang bisa mengurung nafsu kita. Bukankah sabar akan mendapatkan ganjaran besar di hadapan Allah?
Kendalikan nafsumu sesuai apa yang diajarkan nabi Muhammad Saw.
Dari Abu Muhammad, Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash”Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga hawa nafsunya tunduk kepada apa yang telah aku sampaikan”. Hadits hasan shahih dalam kitab Al Hujjah.
Sekali lagi, waspadalah pada nafsumu yang sewaktu-waktu akan menerkam!
Bajul21, Sastra Arab 2010
Popularity: 4% [?]
