<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Formasi FIB UI &#187; NAKSI (Nasihat Kebaikan Formasi)</title>
	<atom:link href="http://formasi-fib-ui.org/blog/category/nasihat-kebaikan-formasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://formasi-fib-ui.org/blog</link>
	<description>Forum Amal dan Studi Islam FIB UI</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Dec 2011 10:53:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Idola Nomor 1</title>
		<link>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/idola-nomor-1.html</link>
		<comments>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/idola-nomor-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 23:25:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>formasifibui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[NAKSI (Nasihat Kebaikan Formasi)]]></category>
		<category><![CDATA[Thaushiah]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formasi-fib-ui.org/blog/?p=1126</guid>
		<description><![CDATA[Terbilang kuno sepertinya jika kaum muda sekarang ini tidak bisa menjawab siapa tokoh idolanya. Wajar jika kita mengidolakan seseorang yang kita anggap sebagai yang lebih keren dari kita. Apalagi jika...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align: justify;" align="center">Terbilang kuno sepertinya jika kaum muda sekarang ini tidak bisa menjawab siapa tokoh idolanya. Wajar jika kita mengidolakan seseorang yang kita anggap sebagai yang lebih keren dari kita. Apalagi jika si tokoh idola memiliki bakat segudang. Aktor yang berakting memukau, penyanyi yang bersuara merdu, atau pemain bola yang mampu mencetak puluhan gol di lapangan adalah sederetan idola yang biasa dikagumi kaum muda.</p>
<p style="text-align: justify;" align="center"><a href="http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/idola-nomor-1.html/attachment/one_piece_wanted_poster_by_ei819-2" rel="attachment wp-att-1168"><img class="alignleft size-medium wp-image-1168" title="One_Piece_Wanted_Poster_by_ei819" src="http://formasi-fib-ui.org/blog/wp-content/uploads/2011/12/One_Piece_Wanted_Poster_by_ei8191-236x300.png" alt="" width="236" height="300" /></a>Mengoleksi foto-foto sang idola dan memenuhi dinding kamar dengan poster wajah sang idola menjadi aktivitas yang sudah biasa dilakukan para penggemar. Kalau belum mem-<em>follow</em> twitter sang idola kurang lengkap rasanya. Dari twitter itulah, penggemar akan tahu sedang apa dan di mana sang idola.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak jarang pula, penggemar berat mengerahkan daya dan upaya untuk selalu mengikuti sang idola yang sedang tur. Bahkan, mereka dengan rela merogoh kocek yang tidak sedikit untuk membeli tiket pertunjukan. Sudah mahal, tidak jarang antriannya juga panjang. Jika sudah kegandrungan, mereka seringkali mengikuti gaya hidup sang idola yang seringkali tidak jauh dari kesan glamor.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada bermacam-macam alasan mengapa orang menggemari sang idola, di antaranya karena paras yang menarik dan segudang bakat yang dimiliki oleh sang idola. Paras yang menarik menjadi alasan paling umum. Padahal, paras adalah sesuatu yang <em>given,</em> ‘terberi’, bukan dari hasil usaha sendiri. Dalam hal ini, manusia dihargai terlebih bukan karena usahanya, melainkan karena hal yang terberi lekat padanya sejak semula.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada saja fans yang tetap menggemari sang idola meskipun dia berkelakuan bejat, misalnya terbukti mengonsumsi narkoba atau pun berbuat zina. Menjadi kekacauan ketika nilai fisik lebih dihargai daripada isinya. Patutkah diteladani?</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak juga kaum muda yang mengidolakan ilmuwan terkenal. Mereka berotak cerdas. Namun, akan percuma saja jika mental dan moralnya lemah. Tidak sedikit dari mereka yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena merasa tidak menemukan makna hidup. Patutkah diteladani?</p>
<p style="text-align: justify;">John Luther berkata demikian, <em>“Karakter yang baik lebih patut dipuji daripada bakat yang luar biasa. Hampir semua bakat adalah anugerah. Karakter yang baik, sebaliknya, tidak dianugerahkan kepada kita. Kita harus membangunnya sedikit demi sedikit dengan pikiran, pilihan, keberanian, dan usaha keras.” </em>Mereka mengusahakannya dengan sungguh-sungguh untuk meraihnya. Mereka jujur, pekerja keras, berani, bertanggung jawab, mencintai kebersihan, dan sebagainya. Dengan paras yang menarik dan bakat segudang, tetaplah kurang berharga jika seseorang tidak berkarakter baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal yang diperlukan oleh kaum muslim bukan hanya menjadi seseorang yang berkarakter, melainkan juga beradab. Rasulullah bersabda, <em>“Muliakanlah anak-anakmu dan perbaikilah adab mereka.”</em> (HR Ibn Majah). Menurut Kyai Hasyim Asy’ari, <em>“Tauhid mewajibkan wujudnya iman. Barangsiapa tidak beriman, maka dia tidak bertauhid dan iman mewajibkan syariat. Maka barangsiapa yang tidak ada syariat padanya maka dia tidak memiliki iman dan tidak bertauhid dan syariat mewajibkan adanya adab maka barangsiapa yang tidak beradab maka pada hakikatnya tiada syariat, tiada iman, dan tiada tauhid padanya.”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas, pakar filsafat dan sejarah Melayu, adab adalah pengenalan serta pengakuan akan hak keadaan sesuatu dan kedudukan seseorang dalam rencana susunan berperingkat martabat dan derajat yang merupakan suatu hakikat yang berlaku dalam tabiat semesta. Pengenalan adalah ilmu; pengakuan adalah amal. Pengenalan tanpa pengakuan seperti ilmu tanpa amal dan pengakuan tanpa amal seperti amal tanpa ilmu. Manusia yang beradab mampu mengenali dan mengakui seseorang sesuai harkat dan martabatnya. Martabat orang yang sholih berbeda dengan orang kafir. Allah berfirman, <em>“… Sungguh, yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah maha Mengetahui, Mahateliti.” </em>(QS Al-Ahzab:13)</p>
<p style="text-align: justify;">Karakter dan adab yang baik tidak hanya dipentaskan di atas panggung, tetapi juga di belakang panggung. Mereka tidak hanya akan bertingkah laku manis saat bersama dengan orang banyak, tetapi juga saat sendiri karena sesungguhnya ia menyadari bahwa Allah tidak pernah lepas memantaunya. Akhlak mulialah yang seharusnya kita contoh dari para idola itu, bukan hanya membuntuti ke sana-ke mari saat ada pertunjukan, atau bahkan malah terjerumus pada pergaulan yang tidak benar hanya karena alasan meniru gaya hidup sang artis idola.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukankah kita telah diberi idola sepanjang zaman yang mencontohkan karakter dan adab yang baik? Idola sebagai <em>uswatun hasanah</em>, &#8216;teladan yang baik&#8217; seperti difirmankan Allah dalam QS Al-Ahzab:21, <em>&#8220;Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Adab muslim terhadap Rasulullah adalah dengan cara menghormati, mencintai, dan menjadikan Rasulullah sebagai  teladan kehidupan. Meneladani Rasulullah bermakna memahami kepribadian beliau dengan mengamati detail-detail kehidupan dan kondisi yang pernah dihadapinya, serta meniru perbuatan dan sifat-sifatnya. Seluruh alur hidup Rasulullah dari lahir hingga wafatnya merupakan babak-babak yang perlu kita teladani.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak berumur dua belas tahun, Rasulullah memulai usahanya mencari rezeki dengan mengikuti pamannya, Abu Thalib, pergi ke Syam dalam suatu kafilah dagang. Memasuki masa remaja, Rasulullah berusaha mencari rezeki dengan menggembalakan kambing seperti penuturan beliau, <em>“Aku dulu menggembalakan kambing penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath.” (HR Bukhari)</em>. Selama mudanya pula, Rasulullah dijaga oleh Allah dari penyimpangan yang biasa dilakukan para pemuda seusianya, seperti berhura-hura.</p>
<p style="text-align: justify;">Maisarah, seorang kepercayaan Khadijah, begitu mengagumi akhlak dan kejujuran Rasulullah dalam perjalanan dagang ke Syam. Khadijah terkejut dengan keberkahan yang diperolehnya dari perniagaan Rasulullah. Sebab begitu kagum terhadap kejujuran Rasulullah, Khadijah menginginkan menikah dengan Rasulullah dengan perantara Nafisah binti Muniyah. Usai Rasulullah menyetujuinya, paman-paman Rasulullah meminang Khadijah untuk Rasulullah dari paman Khadijah, Amr bin Asad. Saat menikah, Rasulullah  berusia dua puluh lima tahun, sedangkan Khadijah berusia empat puluh tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah suatu ketika seorang pengemis buta Yahudi berkata, <em>“Eh, kau bukan orang yang biasa menyuapiku. Biasanya, orang yang menyuapiku selalu melembutkan makanan ini terlebih dahulu baru memberikannya padaku. Kamu siapa?” </em>Abu Bakar berkata sambil menangis, <em>“Orang mulia yang biasa menyuapimu telah meninggal dunia. Dialah Rasulullah, Muhammad shallallahu alaihi wasalam. Aku sahabatnya.”</em> Padahal, setiap harinya, pengemis buta Yahudi itu selalu mengatidakan kebenciannya terhadap Rasulullah kepada setiap orang yang melewatinya. Mendengar jawaban Abu Bakar, pengemis tersebut mengikrarkan dua kalimat syahadat untuk masuk Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah shallallahu alaihi wasalam adalah orang yang paling dermawan, khususnya di bulan Ramadhan. Orang yang paling baik akhlaknya. Orang yang paling harum baunya. Orang yang paling baik pergaulannya dengan sesama manusia dan paling tidak takut kepada Allah. Rasulullah tidak pernah marah atau mendendam karena dirinya. Beliau marah hanya karena larangan-larangan Allah di langgar. Akhlak Rasulullah adalah al-Qur’an. Beliau sungguh <em>tawadhu’</em> dan pemalu. Beliau tidak pernah mencela makanan. Rasulullah biasa mengesol sepatu, menjahit pakaian, membesuk orang sakit, dan memenuhi undangan orang kaya maupun orang miskin. Beliau banyak melakukan pikir dan dzikir. Beliau tidak tertawa lebar, pernah bergurau namun tidak berkata kecuali yang benar. Beliau senantiasa berlaku lemah lembut terhadap para sahabatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah telah mencontohkan detail-detail perilaku baik dalam berkehidupan. Memang tidak mungkin kita menjadi nabi, namun setidaknya kita bisa mengusahakan untuk memiliki alur yang mirip dengan cara mengikuti sunnahnya jika kita memang ingin diakui sebagai pengikutnya.</p>
<p style="text-align: right;" align="right"><strong>Nila Rahma (Indonesia 2007)</strong></p>
<p style="text-align: right;" align="right"><strong>Juara Harapan I Mapres FIB UI 2010</strong></p>
<p style="text-align: right;" align="right"><strong>Kepala sekolah TK At-Taqwa Quranic School</strong></p>
<p style="text-align: left;" align="right">Pernah dimuat di <span style="color: #0000ff;"><a title="SUARA 2011" href="http://www.4shared.com/folder/QkHbWvoA/_online.html" target="_blank"><span style="color: #0000ff;">SUARA Edisi 2011 </span></a></span></p>
</div>
<img src="http://formasi-fib-ui.org/blog/?ak_action=api_record_view&id=1126&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/idola-nomor-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enyahkan Marahmu!!</title>
		<link>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/enyahkan-marahmu.html</link>
		<comments>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/enyahkan-marahmu.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 07:38:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bekti</dc:creator>
				<category><![CDATA[NAKSI (Nasihat Kebaikan Formasi)]]></category>
		<category><![CDATA[Thaushiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formasi-fib-ui.org/blog/?p=1085</guid>
		<description><![CDATA[jadikanlah hatimu seperti telaga yang luas dan dalam, airnya jernih dan bening, bila air di telaga itu diberi racun, makan dengan sendirinya dia akan memurnikan racun itu, dan juga air...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://formasi-fib-ui.org/blog/?attachment_id=1084"><img class="aligncenter size-large wp-image-1084" title="enyahkan marahmu" src="http://formasi-fib-ui.org/blog/wp-content/uploads/2011/08/enyahkan-marahmu-1012x1024.jpg" alt="" width="620" height="627" /></a></p>
<p>jadikanlah hatimu seperti telaga yang luas dan dalam,</p>
<p>airnya jernih dan bening,</p>
<p>bila air di telaga itu diberi racun, makan dengan sendirinya dia akan memurnikan racun itu,</p>
<p>dan juga air serta keluasan dan kedalam telaga itu semakin bertambah.</p>
<p>ENYAHKAN MARAHMU!,</p>
<p>karena marah hanya akan meracuni kesucian hatimu!</p>
<img src="http://formasi-fib-ui.org/blog/?ak_action=api_record_view&id=1085&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/enyahkan-marahmu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo bertadabur! Jangan cuma tidur!</title>
		<link>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/ayo-bertadabur-selagi-libur.html</link>
		<comments>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/ayo-bertadabur-selagi-libur.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 06:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bekti</dc:creator>
				<category><![CDATA[NAKSI (Nasihat Kebaikan Formasi)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formasi-fib-ui.org/blog/?p=1061</guid>
		<description><![CDATA[“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mu&#8217;min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1062" href="http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/ayo-bertadabur-selagi-libur.html/attachment/tadabur"><img class="aligncenter size-large wp-image-1062" title="tadabur" src="http://formasi-fib-ui.org/blog/wp-content/uploads/2011/06/tadabur-1024x768.jpg" alt="" width="620" height="465" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih  lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mu&#8217;min yang  mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al  Isra : 9)</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Qur&#8217;an merupakan ruh dari setiap manusia. Semakin sering kita membaca Al-Qur&#8217;an, maka ruh kita akan semakin bersinar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah  Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin  yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang tidak berbau sedang  rasanya enak dan manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca  Al-Qur’an adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya  pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah  seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.” <strong> </strong>(HR Bukhari Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">yuuk,, kita isi waktu-waktu luang kita selama liburan untuk mentadaburi Al-Qur&#8217;an&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">“Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku,  sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka Aku berikan kepadanya  sebiak-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti, keutamaan Allah atas makhluk-Nya&#8221; (HR Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: justify;">Selain membaca arabnya, ada baiknya kita membaca terjemahan dan tafsirnya juga. Agar kita juga mengerti isi kandungannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Barangsiapa yang membaca sebuah huruf dari kitabullah -yakni al-Quran,  maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas  dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu. Saya tidak mengatakan bahwa  alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu  huruf dan mim juga satu huruf.&#8221; (HR Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan lupa untuk menghafalkan Al-Qur&#8217;an ya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sesungguhnya orang yang dalam hatinya tidak ada sesuatu apapun dari  al-Quran &#8211; yakni tidak ada sedikitpun dari ayat-ayat al-Quran yang  dihafalnya, maka ia adalah sebagai rumah yang tidak berpenghuni.&#8221; (HR Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: justify;">Ingatlah.. kalau hati kita bersih, maka kita tidak akan puas membaca Al-Qur&#8217;an, kalau kita malas, berarti hati kita bermasalah.</p>
<p style="text-align: justify;">jadilah generasi Qur&#8217;ani&#8230;<br />
jadilah generasi yang mampu menyinari lingkungan sekitar kita dengan cahaya Islam, cahaya Al-Qur&#8217;an</p>
<p style="text-align: justify;">„Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah tali, yang ujungnya berada di sisi Allah dan sisi satunya berada di tangan kalian, maka berpegang teguhlah dengannya, karena kalian tidak akan tersesat dan tidak akan binasa selama kalian berpegang teguh padanya selamanya.&#8221; (HR Al-Bayhaqi)</p>
<img src="http://formasi-fib-ui.org/blog/?ak_action=api_record_view&id=1061&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/ayo-bertadabur-selagi-libur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salat kok Ngebut!</title>
		<link>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/1016.html</link>
		<comments>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/1016.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 16:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bekti</dc:creator>
				<category><![CDATA[NAKSI (Nasihat Kebaikan Formasi)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formasi-fib-ui.org/blog/?p=1016</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirahmanirahim Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1017" href="http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/1016.html/attachment/naksi2"><img class="aligncenter size-large wp-image-1017" title="naksi#2" src="http://formasi-fib-ui.org/blog/wp-content/uploads/2011/05/naksi2-1024x728.jpg" alt="" width="620" height="440" /></a></p>
<p>Bismillahirahmanirahim</p>
<p>Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang</p>
<p>Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?</p>
<p>Itulah orang yang menghardik anak yatim,</p>
<p>dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.</p>
<p><strong>Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,</strong></p>
<p><strong>(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,</strong></p>
<p>orang-orang yang berbuat riya</p>
<p>dan enggan (menolong dengan) barang berguna</p>
<p>(QS Al-Ma&#8217;un :1-7)</p>
<p>Yuuk, kita sama-sama perbaiki terus ibadah kita, sujud kita kepada Allah ta&#8217;ala. ^^</p>
<img src="http://formasi-fib-ui.org/blog/?ak_action=api_record_view&id=1016&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/1016.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NAKSI UTS</title>
		<link>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/naksi-uts.html</link>
		<comments>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/naksi-uts.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 14:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NAKSI (Nasihat Kebaikan Formasi)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formasi-fib-ui.org/blog/?p=751</guid>
		<description><![CDATA[‎&#8221;Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.&#8221; (Q.S Al...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-752" href="http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/naksi-uts.html/attachment/naksi-uts"><img class="alignnone size-large wp-image-752" title="NAKSI UTS" src="http://formasi-fib-ui.org/blog/wp-content/uploads/2010/10/NAKSI-UTS-1024x518.jpg" alt="" width="606" height="306" /></a></p>
<h3>‎&#8221;Demi  masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali  orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.&#8221; (Q.S Al &#8216;Ashr:1-3)</h3>
<img src="http://formasi-fib-ui.org/blog/?ak_action=api_record_view&id=751&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/naksi-uts.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyongsong Sukses Semester Baru</title>
		<link>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/thaushiah/menyongsong-sukses-semester-baru.html</link>
		<comments>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/thaushiah/menyongsong-sukses-semester-baru.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 07:56:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thaushiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formasi-fib-ui.org/blog/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang kenal dengan waktu? Ya, jika kita mengenal waktu tentu kita tahu ia sangat tegas, tidak kenal kompromi, dengan makhluk apapun. Waktu terus berjalan ke depan tanpa pernah berhenti...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-654" href="http://formasi-fib-ui.org/blog/thaushiah/menyongsong-sukses-semester-baru.html/attachment/change-ahead-power-point-1"><img class="size-medium wp-image-654 alignleft" title="Change Ahead Power Point 1" src="http://formasi-fib-ui.org/blog/wp-content/uploads/2010/08/Change-Ahead-Power-Point-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Ada yang kenal dengan waktu? Ya, jika kita mengenal waktu tentu kita tahu ia sangat tegas, tidak kenal kompromi, dengan makhluk apapun. Waktu terus berjalan ke depan tanpa pernah berhenti sesaat apalagi bergerak mundur. Waktu akan menggerus zaman dan usia setia penggunanya, termasuk kita, manusia. Dan sejarah akan terus terukir tiap detiknya dari tiap jejak sang waktu.</p>
<p>Begitu banyak kisah tetidak kenal kompromi, dengan makhluk apapun. Waktu terus berjalan ke depan tanpa pernah berhenti sesaat apalagi bergerak mundur. Waktu akan menggerus zaman dan usia setiap penggunanya, termasuk kita, manusia. Dan sejarah akan terus terukir tiap detiknya dari tiap jejak sang waktu.</p>
<p>Begitu banyak kisah tentang mesin waktu, namun sayangnya itu hanya khayalan dan bentuk kelemahan manusia terhadap waktu, ya, sebatas imajinasi. Para pembaca yang budiman, sekarang kita tidak pada dimensi Doraemon dan sebagainya, kita hidup di dunia real! Hidup di dunia hanya dengan dua pilihan, membuat sejarah atau menjadi sejarah. Suatu pilihan yang pasti kita akan lalui salah satunya.</p>
<p>Kini kita menatap semester baru, sesuatu yang pasti kita hadapi dan pasti akan berlalu. Tangisan dan kesedihan masa lalu tidak akan dapat merubah masa depan. Kesuksesan kemarin bukan jaminan akan terulang hari esok. Karena yakinlah sobat, hanya hari ini, ya, detik ini yang bisa merubah dan menghasilkan hari esok.<br />
“… Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan…”(QS 2: 148). Inilah pesan dari sang pencipta waktu, sebuah rasa cinta terhadap makhluknya agar dapat mengarungi kehidupan dengan kesuksesan. Selalu memiliki jiwa kompetisi dengan usia yang kian tergerus, karena hakikat sebuah kehidupan adalah bergerak dan bekerja yang harus dibumbui dengan kebaikan serta ditmbah sebuah cita rasa kompetisi. Indah bukan   pesanNya? Jika semester lalu ada sebuah kegagalan, maka rancanglah sebuah strategi kemenangan yang digerakan dengan sebuah tindakan detik ini, sekarang. Sobat, yakinkan pada diri, semester ini bukan saatnya kita menjadi seorang yang merugi dengan mendapat hasil yang sama seperti semester kemarin, bahkan menjadi orang yang celaka karena lebih buruk. Tapi tekadkan bersama bahwa kita siap menyongsong kesuksesan dan kemenangan esok yang dimulai hari ini. Karena kita esok adalah kita yang hari ini.<br />
“Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya.” (al-An’am: 132). Allhua’lam bishowab.</p>
<p>oleh: Alvin Prasetyadi (Ketua Formasi 2 Dekade)</p>
<img src="http://formasi-fib-ui.org/blog/?ak_action=api_record_view&id=653&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/thaushiah/menyongsong-sukses-semester-baru.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al-Qur&#8217;an: Mukjizat Terhebat!</title>
		<link>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/thaushiah/al-quran-mukjizat-terhebat.html</link>
		<comments>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/thaushiah/al-quran-mukjizat-terhebat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 07:44:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thaushiah]]></category>
		<category><![CDATA[al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formasi-fib-ui.org/blog/?p=646</guid>
		<description><![CDATA[“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-650" href="http://formasi-fib-ui.org/blog/thaushiah/al-quran-mukjizat-terhebat.html/attachment/quran-rehal-and-chandler"><img class="size-medium wp-image-650 alignleft" title="quran-rehal-and-chandler" src="http://formasi-fib-ui.org/blog/wp-content/uploads/2010/08/quran-rehal-and-chandler-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’.” (QS.Al-Imran:190-191)</p>
<p>Bila mendengar kata mukjizat, pastinya teringat dengan kisah para Nabi dan Rasul Allah yang diberikan kelebihan melebihi orang biasa. Ya, bahwa setiap rasul telah Allah berikan mukjizat yang berbeda-beda sebagai bukti agar kaumnya beriman pada Allah dan Rasul-Nya. Ingatkah dengan kisah Nabi Ibrahim as yang  dilemparkan ke dalam api oleh raja Namrud dikarenakan  beliau melawan raja kafir tersebut?  Apakah api membakar seluruh tubuhnya? Nyatanya Allah memerintahkan api supaya menjadi dingin sehingga Nabi Ibrahim as selamat. Atau tentang nabi Musa as. yang mampu membelah laut Merah agar terbebas dari kejaran pasukan Firaun hingga Firaun dan pasukannya tenggelam di Laut Merah?<span id="more-646"></span></p>
<p>Mukjizat yang tidak kalah hebatnya adalah tatkala nabi Isa as. Menyembuhkan orang buta dan sakit kusta, sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Imran ayat 3 yang berbunyi, “Dan aku sembuhkan orang buta dan sakit kusta, dan aku hidupkan orang mati dengan izin Allah.” Perbuatan nabi Isa as memang ajaib pada zaman itu. Sampai-sampai beliau dianggap anak Tuhan karena hanya Tuhan-lah yang bisa menghidupkan orang mati.</p>
<p>Namun ada mukjizat yang terhebat dan berbeda sampai saat ini dan tidak ada yang bisa menandingi. Mukjizat terbesar yang Allah berikan kepada Rasul terakhir, seorang Khatamul Anbiya bernama Muhammad SAW yaitu sebuah kitab suci Al-Qur’an. Mengapa dikatakan demikian? Karena  keajaiban Al-Quran justru semakin lama dipahami semakin mengagumkan, mencengangkan sekaligus menggetarkan, sesuai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dengan pesat. Oleh sebab itulah umat Islam dituntut dari waktu ke waktu untuk belajar dan terus belajar, mempelajari dan memperhatikan segala apa yang telah diciptakan-Nya. “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” QS.Al-Mujadillah : 11.</p>
<p>Al-Qur’an mengandung ayat-ayat yang merupakan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa ayat telah terbukti melalui penelitian ilmiah dan pengalaman empiris. Terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh seorang guru besar ilmu bedah berkebangsaan Prancis bernama Prof. Dr. Maurice Bucaille. Beliau berhasil menemukan mumi Firaun dan melakukan pembedahan. Hasil yang didapat membuatnya terkejut karena sel-sel saraf Firaun menunjukkan bahwa kematiannya benar akibat tenggelam di laut dengan <em>shock</em> yang hebat. Dengan ditemukannya bukti ini dan setelah membandingkan dengan apa yang dia baca dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 92, “maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” Begitu pula dalam surat Al-Baqarah ayat 50, “Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamakan kamu dan Kami tenggelamkan (Firaun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan”. Dari sinilah beliau meyakini bahwa Al-Qur’an itu benar-benar wahyu Allah. Semua ayat Al-Qur’an masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Sejak itulah Prof. Bucaille menjadi seorang Muallaf.</p>
<p>Contoh diatas barulah sebagian kecil dari ayat Al-Qur’an. Masih banyak ayat-ayat yang bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah jika manusia mau memperhatikan dan mempelajarinya. Hal ini tak lain agar manusia dapat mengenal Sang Pencipta yaitu Allah Azza wa Jalla. Selain itu pula  Allah berkehendak agar manusia dapat ikut memahami dan mempelajari sebagian dari ilmu-Nya, bagaimana caranya Allah menciptakan alam semesta, bagaimana Allah menghamparkan bumi dan isinya, bagaimana Allah menciptakan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan, dan mengapa pula bisa terjadi berbagai kejadian alam seperti hujan, angin, petir, badai dan sebagainya. Allah SWT sengaja memperlihatkan proses tersebut tahapan demi tahapan selain untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya sekaligus mempermudah manusia untuk mempelajarinya dan mau mensyukurinya. Wallahu’alam.</p>
<p>“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS.Al-Jatsiyah:13)</p>
<p>oleh: Winda Andriana dan Ummu Hanie (Staff Humas dan Media Islam Formasi)</p>
<img src="http://formasi-fib-ui.org/blog/?ak_action=api_record_view&id=646&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/thaushiah/al-quran-mukjizat-terhebat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekuntum Cinta Untuk Bunda</title>
		<link>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/thaushiah/sekuntum-cinta-untuk-bunda.html</link>
		<comments>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/thaushiah/sekuntum-cinta-untuk-bunda.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 07:41:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thaushiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formasi-fib-ui.org/blog/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib adalah seorang yang terkenal sangat berbakti kepada ibunya, sampai-sampai ada orang yang berkata kepadanya, “Engkau adalah orang yang paling berbakti kepada ibumu,...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-476" href="http://formasi-fib-ui.org/blog/thaushiah/sekuntum-cinta-untuk-bunda.html/attachment/ibu_nganter_ke_sekolah2"><img class="alignleft" title="bunda" src="../wp-content/uploads/2010/05/ibu_nganter_ke_sekolah2-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib adalah seorang yang terkenal sangat berbakti kepada ibunya, sampai-sampai ada orang yang berkata kepadanya, “Engkau adalah orang yang paling berbakti kepada ibumu, akan tetapi kami tidak pernah melihatmu makan bersama ibumu.” Beliau menjawab, “Aku takut kalau-kalau tanganku mengambil makanan yang sudah dilirik oleh ibuku. Sehingga aku berarti mendurhakainya.” (Uyunul Akhyar, karya Ibnu Qutaibah)</p>
<p>Abu Hurairah menempati sebuah rumah, sedangkan ibunya menempati rumah yang lain. Apabila Abu Hurairah ingin keluar rumah, maka beliau berdiri terlebih dahulu di depan pintu rumah ibunya seraya mengatakan, “Keselamatan untukmu, wahai ibuku, dan rahmat Allah serta barakahnya.” Ibunya menjawab, “Dan untukmu keselamatan wahai anakku, dan rahmat Allah serta barakahnya.” Abu Hurairah kemudian berkata, “Semoga Allah menyayangimu karena engkau telah mendidikku semasa aku kecil.” Ibunya pun menjawab, “Dan semoga Allah merahmatimu karena engkau telah berbakti kepadaku saat aku berusia lanjut.” Demikian pula yang dilakukan oleh Abu Hurairah ketika hendak memasuki rumah.” ( Adab al-Mufrad, karya Imam Bukhari)</p>
<p>Dari Anas bin Nadzr al-Asyja’i, beliau bercerita, suatu malam ibu dari sahabat Ibnu Mas’ud meminta air minum kepada anaknya. Setelah Ibnu Mas’ud datang membawa air minum, ternyata sang Ibu sudah ketiduran. Akhirnya Ibnu Mas’ud berdiri di dekat kepala ibunya sambil memegang wadah berisi air tersebut hingga pagi.” ( Birrul walidain, karya Ibnu Jauzi)</p>
<p>Sufyan bin Uyainah mengatakan, “ Ada seorang yang pulang dari bepergian, dia sampai di rumahnya bertepatan dengan ibunya berdiri mengerjakan shalat. Orang tersebut enggan duduk karena ibunya berdiri. Mengetahui hal tersebut sang ibu lantas memanjangkan shalatnya, agar makin besar pahala yang di dapatkan anaknya. ( Birrul walidain, karya Ibnu Jauzi)</p>
<p>Haiwah binti Syuraih adalah seorang ulama besar, suatu hari ketika beliau sedang mengajar, ibunya memanggil. “Hai Haiwah, berdirilah! Berilah makan ayam-ayam dengan gandum.” Mendengar panggilan ibunya beliau lantas berdiri dan meninggalkan pengajiannya. (ibid. )</p>
<p>Kahmas bin al-Hasan at-Tamimi melihat seekor kalajengking berada dalam rumahnya, beliau lantas ingin membunuh atau menangkapnya. Ternyata beliau kalah cepat, kalajengking tersebut sudah masuk ke dalam liangnya. Beliau lantas memasukkan tangannya ke dalam liang untuk menangkap kalajengking tersebut. Beliaupun tersengat kalajengking. Melihat tindakan seperti itu ada orang yang berkomentar, “Apa yang kau maksudkan dengan tindakan seperti itu.” Beliau mengatakan, “Aku khawatir kalau kalajengking tersebut keluar dari liangnya lalu menyengat ibuku.” ( Nuhzatul Fudhala’)</p>
<p>Muhammad bin Sirin mengatakan, di masa pemerintahan Ustman bin Affan, harga sebuah pohon kurma mencapai seribu dirham. Meskipun demikian, Usamah bin Zaid membeli sebatang pohon kurma lalu memotong dan mengambil jamarnya. (bagian batang kurma yang berwarna putih yang berada di jantung pohon kurma). Jamar tersebut lantas beliau suguhkan kepada ibunya. Melihat tindakan Usamah bin Zaid, banyak orang berkata kepadanya, “Mengapa engkau berbuat demikian, padahal engkau mengetahui bahwa harga satu pohon kurma itu seribu dirham.” Beliau menjawab, “Karena ibuku meminta jamar pohon kurma, dan tidaklah ibuku meminta sesuatu kepadaku yang bisa ku berikan pasti ku berikan.” (Diambil dari Shifatush Shafwah)</p>
<p>Hafshah binti Sirin mengatakan, “Ibu dari Muhammad bin Sirin sangat suka celupan warna untuk kain. Jika Muhammad bin Sirin memberikan kain untuk ibunya, maka beliau belikan kain yang paling halus. Jika hari raya tiba, Muhammad bin Sirin mencelupkan pewarna kain untuk ibunya. Aku tidak pernah melihat Muhamad bin Sirin bersuara keras di hadapan ibunya. Apabila beliau berkata-kata dengan ibunya, maka beliau seperti seorang yang berbisik-bisik. (Siyar A’lam an-Nubala’, karya adz-Dzahabi).</p>
<p>Ibnu Aun mengatakan, “Suatu ketika ada seorang menemui Muhammad bin Sirin pada saat beliau sedang berada di dekat ibunya. Setelah keluar rumah beliau bertanya kepada para sahabat Muhammad bin Sirin, “ Ada apa dengan Muhammad, apakah dia mengadukan suatu hal? Para sahabat Muhammad bin Sirin mengatakan, “Tidak. Akan tetapi memang demikianlah keadaannya jika berada di dekat ibunya.” (ibid )</p>
<p>Humaid mengatakan, tatkala Ibu dari Iyas bin Muawiyah meninggal dunia, Iyas menangis, ada yang bertanya kepada beliau, “Mengapa engkau menangis?” Beliau menjawab, “Aku memiliki dua buah pintu yang terbuka untuk menuju surga dan sekarang salah satu pintu tersebut sudah tertutup.” ( Bir wasilah, karya Ibnul Jauzi)</p>
<p>Uwais al-Qorni</p>
<p>Dari Asir bin Jabir beliau mengatakan, “Jika para gubernur Yaman menemui khalifah Umar Ibnul Khatthab, maka khalifah selalu bertanya, “Apakah diantara kalian ada yang bernama Uwais bin Amir?? ”,</p>
<p>Sampai suatu hari beliau bertemu dengan Uwais, beliau bertanya, “engkau Uwais bin Amir?”, “Betul” Jawabnya. Khalifah Umar bertanya, “Engkau dahulu tinggal di Murrad kemudian tinggal di daerah Qorn?”,<br />
“Betul,” sahutnya. Beliau bertanya, “Dulu engkau pernah terkena penyakit belang lalu sembuh akan tetapi masih ada belang di tubuhmu sebesar uang dirham?”, “Betul.” Beliau bertanya, “Engkau memiliki seorang ibu.”</p>
<p>Khalifah Umar mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Uwais bin Amir akan datang bersama rombongan orang dari Yaman dahulu tinggal di Murrad kemudian tinggal di daerah Qorn. Dahulu dia pernah terkena penyakit belang, lalu sembuh, akan tetapi masih ada belang di tubuhnya sebesar uang dirham. Dia memiliki seorang ibu, dan dia sangat berbakti kepada ibunya. Seandainya dia berdoa kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkan doanya. Jika engkau bisa meminta kepadanya agar memohonkan ampun untukmu kepada Allah maka usahakanlah.” Maka mohonkanlah ampun kepada Allah untukku, Uwais al-Qarni lantas berdoa memohonkan ampun untuk Umar Ibnul Khaththab. Setelah itu Umar bertanya kepadanya, “Engkau hendak pergi ke mana? “Kuffah,” jawabnya. Beliau bertanya lagi, “Maukah ku tuliskan surat untukmu kepada gubernur Kuffah agar melayanimu? Uwais al-Qorni mengatakan, “Berada di tengah-tengah banyak orang sehingga tidak dikenal itu lebih ku sukai.” (HR. Muslim)</p>
<p>***</p>
<p>Dari Abu Hurairah, mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Celakalah dia, celakalah dia”, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya : Siapa wahai Rasulullah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : “Orang yang menjumpai salah satu atau kedua orang tuanya dalam usia lanjut kemudian dia tidak masuk surga”. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1758, ringkasan)</p>
<p>“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” (QS. Luqman : 14).</p>
<p>Sumber : Inspiring Stories II, Facebook</p>
<img src="http://formasi-fib-ui.org/blog/?ak_action=api_record_view&id=475&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/thaushiah/sekuntum-cinta-untuk-bunda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersaudara dan Saling Menasihati</title>
		<link>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/thaushiah/bersaudara-dan-saling-menasihati.html</link>
		<comments>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/thaushiah/bersaudara-dan-saling-menasihati.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 20:57:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thaushiah]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formasi-fib-ui.org/blog/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[formasi-fib-ui.org&#8211;29 April 2010. Api peperangan di lembah Badr telah padam. Perang ini berakhir dengan kemenangan Dienul Haq (agama yang benar) atas Dienul Kufr. Sejumlah 14 mujahid muslimin syahid; 6 orang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>formasi-fib-ui.org&#8211;29 April 2010. Api peperangan di lembah Badr telah padam. Perang ini berakhir dengan kemenangan Dienul Haq (agama yang benar) atas Dienul Kufr. Sejumlah 14 mujahid muslimin syahid; 6 orang dari pihak Muhajirin, sisanya 8 orang dari pihak Anshar. Di lain pihak sebanyak 70 orang tentara musyrik Makkah ditawan, dan 70 orang lainnya tewas. Kebanyakan dari mereka adalah para pemuka dan pembesar Makkah.</p>
<p>Sebelum Islam datang, masyarakat Arab hidup dalam sistem &#8216;ashabiyyah yang fanatik terhadap qabilah (suku) dan keturunan. Hubungan mereka kepada suku dan keturunan adalah hubungan hidup dan mati. &#8220;<em>Bela saudaramu salah atau benar</em>&#8220;, itulah semboyan mereka yang diterjemahkan secara harfiah. Hidup dan mati mereka dipersembahkan untuk menjaga kehormatan dan keberlangsungan suku dan keturunan. (Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfury, Ar-Rahiqul Makhtum, hal. 45)</p>
<p>Dan di perang Badr ini (Ramadhan 2 H), perang pertama dalam sejarah perjalanan Islam, justru mereka orang-orang Muhajirin Makkah khususnya berperang melawan saudara, keturunan dan suku, bahkan ada yang berperang melawan ayah, paman atau anaknya sendiri, yang berbeda aqidah. Umar bin Al-Khaththab membunuh pamannya, &#8216;Ash bin Hisyam yang kafir. Abu Bakr berperang melawan anaknya, Abdurrahman yang ketika itu belum memeluk Islam.</p>
<p>Lain lagi kisah antara Mush&#8217;ab bin Umair dan saudara kandungnya, Abu Aziz bin Umair. &#8220;<em>Perkuat ikatannya, ibunya adalah orang yang kaya raya. Siapa tahu ia akan menebus anaknya dengan tawaran yang mahal</em>&#8220;, pinta Mush&#8217;ab kepada orang Anshar yang menawan Abu Aziz sebagai tawanan perang Badr.</p>
<p>&#8220;<em>Beginikah caramu memperlakukan saudara kandungmu?</em>&#8216; tanya Abu Aziz heran. &#8220;<em>Kamu bukan saudaraku. Tapi orang yang menahanmu itulah saudaraku,</em>&#8221; jawab Mush&#8217;ab (wafat 3 H) dengan tegas.</p>
<p>Islam telah merajut tali persaudaraan antara sesama pemeluknya tanpa mengenal batas hubungan darah, warna kulit, status sosial dan batas negara. Dan hal tersebut telah dipraktikkan secara sempurna oleh generasi pertama Islam, para sahabat Nabi `.</p>
<p><strong>Ukhuwah dan Solidaritas</strong></p>
<p>Rasa ukhuwah (persaudaraan) yang dilahirkan Islam buat pemeluknya telah melahirkan sifat solidaritas sosial yang tinggi dalam kehidupan masyarakat Muslim dan dalam peradaban manusia. Al-Qur&#8217;an mengabadikan realitas tersebut.</p>
<p>&#8220;<em>Dan mereka (orang-orang Anshar) mengutamakan (Orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)</em>&#8221; (Al-Hasyr: 9).</p>
<p>Seorang lelaki mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasalam , tulis Ibn Katsir ketika menafsirkan ayat di atas tadi di dalam tafsirnya. &#8220;<em>Ya Rasulullah, saya sedang tertimpa kesusahan</em>&#8221; kata orang tadi mengadu-kan nasibnya. Si lelaki tadi disuruh mendatangi rumah isteri-isteri Nabi shallallahu alaihi wasalam . Namun, ia tidak menemukan bantuan karena mereka juga tidak punya.</p>
<p>&#8220;<em>Adakah seseorang yang mau menjamunya malam ini? Semoga Allah merahmatinya</em>&#8221; seru Rasulullah shallallahu alaihi wasalam kepada para sahabatnya.</p>
<p>&#8220;<em>Saya ya Rasulullah</em>&#8221; jawab Abu Thalhah, orang Anshar menyanggupi.</p>
<p>&#8220;<em>Ini tamu Rasulullah shallallahu alaihi wasalam , sediakan semua jamuan untuknya dan jangan disisakan</em>&#8221; pinta Abu Thalhah kepada istrinya setelah ia tiba di rumah. &#8220;<em>Tapi kita tidak punya makanan apapun kecuali makanan untuk anak-anak</em>&#8220;, jawab istrinya masygul.</p>
<p>&#8220;<em>Jika anak-anak minta makan ajaklah tidur, kemudian kamu ke sinilah lalu matikan lampu, dan biarlah kita sekeluarga lapar malam ini</em>&#8220;. Di kala pagi Abu Thalhah bertemu Rasulullah, lalu beliau bersabda: &#8220;<em>Allah merasa kagum (atau tertawa) kepada dia dan isterinya</em>&#8220;, kata Rasulullah ` memuji. (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Islam telah mengikrarkan bahwa sesama Muslim adalah bersaudara. &#8220;<em>Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara</em>&#8221; (Al-Hujurat: 10). Ayat ini telah meletakkan dasar keimanan sebagai tali pengikat rasa ukhuwah. Perbedaan warna kulit, suku, bangsa dan status sosial telah disatukan Islam dalam kerangka Iman. Islam memprioritaskan seseorang berdasarkan status taqwanya.</p>
<p>Allah berfirman: &#8220;<em>Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu</em>&#8221; (Al-Hujuraat: 11).</p>
<p>Rasa ukhuwah yang tumbuh pada setiap jiwa orang mukmin merupakan nikmat Allah yang perlu diingat (disyukuri). Ukhuwah di dalam Islam mempunyai arti tersendiri. Penyebutan ukhuwah -sebagai suatu nikmat- didahulukan dari penyebutan diselamat-kannya orang-orang yang beriman dari neraka (lihat QS. Ali Imran: 103).</p>
<p>Rasa ukhuwah akan tumbuh subur jika sifat ananiyah (mementingkan diri sendiri), dan cinta dunia dikubur dalam-dalam. Untuk menghilangkan sifat ananiyah, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam menjadikan rasa cinta kepada sesama Muslim sebagai bentuk kesempurnaan Iman.</p>
<p>&#8220;<em>Tidak (sempurna) iman seseorang hingga ia menginginkan bagi saudaranya apa yang ia inginkan untuk dirinya</em>&#8220;.(HR. Al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dan nilai-nilai keduniaan yang akan menjadi penghambat tumbuhnya rasa ukhuwah akan sirna jika manusia melihat dan merenungi asal-usulnya, dan menyadari bahwa kemuliaan yang hakiki di sisi Allah dinilai dari sisi ketaqwaannya.</p>
<p>Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalam bersabda: &#8220;<em>Wahai manusia, Tuhan kalian satu, dan bapak kalian satu, kalian berasal dari Adam, dan Adam dari tanah. Sesungguh-nya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Tidak ada keutamaan bangsa Arab atas bangsa lain, tidak pula bagi bangsa lain atas bangsa Arab, tidak ada keutamaan bagi kulit merah atas kulit putih dan bagi kulit putih atas kulit merah, melainkan dengan takwanya.</em>&#8221; (HR. Ahmad).</p>
<p>Rasa ukhuwah berwujud dalam bentuk solidaritas sosial. Solidaritas sosial di kalangan umat muslimin ada dua macam; dalam arti moral dan material. Solidaritas dalam arti material terdiri dari pemenuhan kebutuhan-kebutuhan masyarakat, perasaan ikut mengalami kesusahan yang diderita oleh anggota masyarakat, kesediaan untuk membantu memperjuangkan kepentingan bersama dalam rangka meningkatkan standar hidup masyarakat, dan pelayanan terhadap seluruh anggota masyarakat dalam hal-hal yang menguntungkan mereka.</p>
<p>Sedangkan solidaritas sosial dalam arti moral diwujudkan dalam bentuk kemauan untuk mengajak sesamanya untuk mengakui dan mengikuti kebenar-an serta menjauhi segala kemungkaran -al amru bil ma&#8217;ruf wannahyu &#8216;anil munkar.</p>
<p>Ukhuwah sejati adalah ukhuwah yang dibina atas dasar keimanan. Rasa ukhuwah yang dibangun bukan atas dasar iman –entah itu kepentingan pribadi atau kelompok- hanya akan langgeng jika aspek yang menguntungkan kepentingan tadi ada. Tanpa dasar keimanan, persaudaraan hanya akan menjadi sarana untuk meraih kepen-tingan duniawi, tak lebih dari itu.</p>
<p><strong>Berukhuwah dan Saling Menasihati</strong></p>
<p>Termasuk dari lima orang pertama yang masuk Islam adalah Abu Bakar (wafat 13 H). Abu Bakar adalah teman dekat Nabi shallallahu alaihi wasalam . Keduanya telah lama berteman jauh sebelum Nabi diangkat menjadi Nabi &amp; Rasul. Dan lewat persahabatan, Abu Bakar meng-Islamkan Usman bin Affan (wafat 40 H), Zubair bin Awwam (wafat 36 H), Abdurrahman bin Auf (wafat 34 H), Sa&#8217;d bin Abi Waqqas (wafat 55 H) dan Thalhah bin Ubaidillah (wafat 36 H). Di sini Abu Bakar menggunakan hubungan persahabatan untuk menyebarkan Islam kepada teman-temannya yang dikenal kepribadiannya dengan baik.</p>
<p>Menasehati teman (seseorang) yang telah dikenal baik, kemungkinan untuk diterima lebih besar. Nasehat tidak mesti harus diterima, kadang bahkan tidak diterima sama sekali. Diperlukan waktu dan pengulangan nasihat agar dapat diterima –jika Allah menghendaki. Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadits pun menggunakan bahasa &#8216;pengulangan&#8217; untuk suatu perintah (baca: nasihat) tertentu.</p>
<p>Allah mengulang-ulang ayat yang artinya &#8220;maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan&#8221; seba-nyak 30 kali dalam satu surat (Ar-Rahman: 55). Tentunya ayat tersebut dilatarbela-kangi dengan hal yang tidak sama. Ikhlas dan mutaba&#8217;ah (mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wasalam : berilmu) adalah syarat mutlak menasihati. Nasihat adalah imad (tiang) agama. (HR Muslim).</p>
<p>Jaga muru&#8217;ah (kehormatan) dan harga diri dengan memberi nasihat sesuai apa yang kita kerjakan. Bercerminlah sebelum menasihati. Orang akan mencibir dan mencemooh terhadap orang yang mengatakan apa yang tidak diperbuatnya. Allahpun amat benci terhadap orang yang bersifat seperti itu.(Ash-Shaff: 3). Meniru matahari yang selalu menerangi alam raya tanpa harus memusnahkan dirinya, rasanya lebih bijaksana daripada menjadi sebatang lilin yang menerangi sebidang ruang gelap tapi dengan membakar diri sendiri. Wallahu a&#8217;lam. (Asri Ibnu Tsani).</p>
<img src="http://formasi-fib-ui.org/blog/?ak_action=api_record_view&id=461&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/thaushiah/bersaudara-dan-saling-menasihati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NAKSI-BOPB</title>
		<link>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/422.html</link>
		<comments>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/422.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 17:30:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NAKSI (Nasihat Kebaikan Formasi)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formasi-fib-ui.org/blog/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-420" href="http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/422.html/attachment/naksi-1"><img class="size-large wp-image-420 aligncenter" title="Naksi 1" src="http://formasi-fib-ui.org/blog/wp-content/uploads/2010/04/Naksi-1-1013x1024.jpg" alt="" width="608" height="614" /></a></p>
<img src="http://formasi-fib-ui.org/blog/?ak_action=api_record_view&id=422&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formasi-fib-ui.org/blog/nasihat-kebaikan-formasi/422.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

