Ada yang kenal dengan waktu? Ya, jika kita mengenal waktu tentu kita tahu ia sangat tegas, tidak kenal kompromi, dengan makhluk apapun. Waktu terus berjalan ke depan tanpa pernah berhenti sesaat apalagi bergerak mundur. Waktu akan menggerus zaman dan usia setia penggunanya, termasuk kita, manusia. Dan sejarah akan terus terukir tiap detiknya dari tiap jejak sang waktu.
Begitu banyak kisah tetidak kenal kompromi, dengan makhluk apapun. Waktu terus berjalan ke depan tanpa pernah berhenti sesaat apalagi bergerak mundur. Waktu akan menggerus zaman dan usia setiap penggunanya, termasuk kita, manusia. Dan sejarah akan terus terukir tiap detiknya dari tiap jejak sang waktu.
Begitu banyak kisah tentang mesin waktu, namun sayangnya itu hanya khayalan dan bentuk kelemahan manusia terhadap waktu, ya, sebatas imajinasi. Para pembaca yang budiman, sekarang kita tidak pada dimensi Doraemon dan sebagainya, kita hidup di dunia real! Hidup di dunia hanya dengan dua pilihan, membuat sejarah atau menjadi sejarah. Suatu pilihan yang pasti kita akan lalui salah satunya.
Kini kita menatap semester baru, sesuatu yang pasti kita hadapi dan pasti akan berlalu. Tangisan dan kesedihan masa lalu tidak akan dapat merubah masa depan. Kesuksesan kemarin bukan jaminan akan terulang hari esok. Karena yakinlah sobat, hanya hari ini, ya, detik ini yang bisa merubah dan menghasilkan hari esok.
“… Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan…”(QS 2: 148). Inilah pesan dari sang pencipta waktu, sebuah rasa cinta terhadap makhluknya agar dapat mengarungi kehidupan dengan kesuksesan. Selalu memiliki jiwa kompetisi dengan usia yang kian tergerus, karena hakikat sebuah kehidupan adalah bergerak dan bekerja yang harus dibumbui dengan kebaikan serta ditmbah sebuah cita rasa kompetisi. Indah bukan pesanNya? Jika semester lalu ada sebuah kegagalan, maka rancanglah sebuah strategi kemenangan yang digerakan dengan sebuah tindakan detik ini, sekarang. Sobat, yakinkan pada diri, semester ini bukan saatnya kita menjadi seorang yang merugi dengan mendapat hasil yang sama seperti semester kemarin, bahkan menjadi orang yang celaka karena lebih buruk. Tapi tekadkan bersama bahwa kita siap menyongsong kesuksesan dan kemenangan esok yang dimulai hari ini. Karena kita esok adalah kita yang hari ini.
“Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya.” (al-An’am: 132). Allhua’lam bishowab.
oleh: Alvin Prasetyadi (Ketua Formasi 2 Dekade)
Popularity: 5% [?]