Formasi FIB UI
News: Ramadhan - Bulan Penuh Berkah
 
*
Welcome, Guest. Please login or register. September 07, 2010, 06:50:13 AM


Login with username, password and session length


Pages: [1]
  Print  
Author Topic: Membongkar Rahasia Ikhwan Nyebelin  (Read 1102 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
alfianak4maC
Newbie
*
Posts: 4


View Profile
« on: August 11, 2008, 07:53:34 PM »

nah, kalau itu judul bukunya Koko Nata, tapi saya gak akan bahas itu. Gini, saya baru baca blog dari kawan di jogja, judulnya "waspadai arus gombalisasi" lucu deeeeh. hehe. No offense lhooo...

Kegombalan di Kalangan Aktivis Dakwah

Nih dia yang ditunggu-tunggu. Hehehe… Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.

Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat. Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.

Sering seseorang ingin mengekspresikan atau menyampaikan perasaannya yang sedang membuncah karena cinta. Bagi aktivis dakwah, hal seperti ini mustinya disimpan rapat-rapat dalam lubuk hatinya, jangan sampai si “dia” memergoki adanya perasaan itu. Gengsi dong!! Namun suatu saat pertahanan itu bisa jebol manakala perasaan itu makin menjadi-jadi sedang keimanan dalam kondisi menurun. Maka lahirlah sebentuk perhatian pada si “dia”, baik berupa nasehat, tausiyah, pujian, menanyakan sesuatu (baik tanya beneran atau pun pura-pura bertanya Cheesy hayoo…) atau sekadar menanyakan kabar. Entah itu lewat SMS, telpon, saat chatting, via e-mail … bisa juga dalam rapat koordinasi.

Dari pengamatan penulis, yang paling banyak terjadi adalah adanya gombalisme via SMS, kita sebut saja sebagai SMS gombal. Kita simak contoh SMS-SMS ini….
“Aslm. Apa kbr? Ukhti, ana sungguh kagum dgn semangat Anti. Amanah Anti di mana-mana namun semuanya bisa tetap tawazun. Anti benar-benar mujahidah tangguh. Tetep semangat ya Ukht!”

“Salut sama Ukhti! Anti sungguh militan. Hujan deras seperti itu datang rapat dgn jalan kaki. Jaga kesehatan ya. Saya nggak rela klo Anti sampai jatuh sakit…”

Akhwat: “Aww. Apa kabar? Akhi, sedang ngapain nih? Sudah makan belum? Jangan sampai lupa makan ya..”
Ikhwan: “Www. Alhamdulillaah, menjadi jauh lebih baik setelah Anti SMS ^_^. Ane sedang memikirkan seorang bidadari dunia yang begitu anggun mempesona. Hmm… ane belum makan, tapi dah gak terasa lapar klo ingat sama Anti…”
(Halah… gombal semua tuh!!!)

Ada yang lebih parah nih … kayak gini:
“Aww. Wah .. Anti makin terlihat anggun dengan jilbab biru tadi…”

“Assalaamu ‘alaikum. Apa kbr? Lama nggak kontak ya. Ane kangen ma suara Anti…”

“ … Ane janji akan menikahi Anti setelah lulus nanti ….”

Oh .. nooo!! Aneh-aneh aja isi SMS-nya. Mungkin lebih banyak lagi SMS-SMS aneh lainnya yang belum terdeteksi. Hmm.. bagaimana reaksi si penerima? Ya bervariasi, ada yang cuek saja, ada yang merasa risih, ada yang membalas biasa, ada yang bertanya-tanya bin penasaran, ada juga yang suka dan berbunga-bunga, ada yang kemudian menaruh harapan. Kita simak penggalan berikut…

Pada dini hari sekitar pukul dua pagi, suara berisik nada SMS membangunkan seorang akhwat dari perjalanan tidurnya. SMS dari siapa nih malam-malam gini, pikirnya. Serta merta dia buka SMS-nya, hah… dari seorang ikhwan, bunyinya:
”Wahai Ukhty, segera terjagalah dari mimpi indahmu, bangunlah dari peraduanmu, basuhlah wajah dan anggota tubuhmu agar bersinar di hari kemudian, bersujud dan bersimpuhlah kepada Allah, agungkanlah Asma-Nya. Niscaya Allah akan meridhoi langkah kita dan mengabulkan cita dan harapan kita.”

Sang akhwat tertegun, ngapain malam-malam begini si ikhwan itu ngirim SMS, kurang kerjaan aja. Dasar, sok perhatian! Namun tanpa sadar jari-jari lentik akhwat itu mengetik balasan:
“Jazakallah khairan, Akh. Jangan kapok tuk sering ngingetin ane ya…”
Nah lo!!

Coba dirasa-rasakan, apa SMS-SMS semacam itu tidak beresiko? Bagus sih sepertinya, membangunkan untuk sholat tahajud … tapi efek sampingnya bisa menimbulkan penyakit-penyakit hati. Bikin merajalelanya VMJ (Virus Merah Jambu). Waa.. kalau virus yang satu ini menyebar, bisa repot. Sulit nyari vaksin atau anti virusnya.

Makanya… ingat, penyebab awal perlu dicegah, yakni adanya gombalisasi. Kalau si gombal dah nyebar, maka sedikit banyak korban bisa berjatuhan. Baik ‘lecet-lecet’ ringan maupun ‘luka’ berat. Bahkan nanti gak hanya berdampak pada hati, tapi juga fisik. Lha bayangin aja … kalau jadi gak enak makan, gak nyaman tidur karena tiap mau makan .. ingat dia, mau tidur … ingat dia, mau ngapain aja ingat dia, apa gak lama-kalamaan bisa kurus tuh? Trus …siapa korbannya? Siapa lagi kalau bukan kaum wanita/akhawat. Mestinya paham dong gimana fitrah perasaan mereka. Mereka seneng dan suka bila diberi perhatian … bisa berbunga-bunga hatinya. Dan tipe cinta mereka (kebanyakan) adalah jatuh cinta sekali yang dibawa sampai mati, kayak Nurul dalam novel AAC itu loh… Trus mereka juga mudah berharap. Nah tuh … coba pikir kalau sampai mereka jatuh cinta, kemudian sampai berharap. Jika kemudian cinta dan harap itu tidak kesampaian, apa nggak sakiiiit banget nanti? Apa tega, mendholimi mereka seperti itu?

So, khususnya bagi para ikhwan, jaga diri, jaga hati, jaga gengsi. Jangan asal kirim SMS, lebih-lebih SMS gombal bin murahan. Juga .. jangan asal balas SMS, apalagi dengan SMS gombal. Ini nih contoh balasan yang ngegombal….
Akhwat    : “Ane pengin rihlah, ke syurga …”
Ikhwan    : “Ukhty, ke mana pun Anti mau pergi, saya akan bersedia menemani,  meski taruhannya jiwa ini …” (He..he..he.. peace Ukht  v ^_^ )
Nah!! Dasar gombal! Jaga gengsi dong. Ini nih…. Barisan kata berikut mungkin bisa menggambarkan ikhwan yang nggak mau nggombal.

Karena Aku Mencintaimu
Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu

Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah

Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.

Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.


So, sekali lagi bagi para ikhwan, jangan jualan gombal, jangan obral janji. Gak usah deh sok perhatian, terlebih lagu bilang suka atau cinta. Bisa fatal tuh akibatnya! Mau jadi orang dholim??  Tegaskan semenjak sekarang, hal seperti itu tabu kalau belum nikah. Kalau dah nikah sih … puas-puasin aja bilang cinta seratus kali sehari ama istrinya. Sampai dhower deh, terserah! ^_^

Bagi para akhwat, hati-hati binti waspada Ukht … jangan mudah digombali. Jangan percaya dengan kata-kata suka, cinta atau janji-janji. Jangan mudah menambatkan hati, jangan mudah berharap. Stay cool, calm, confident. Perisai izzahmu harus tetap kokoh. Antunna tidak suka terombang-ambing kan? Antunna lebih suka pada kepastian kan? Makanya jangan sampai semua itu terjadi sebelum ada hal yang konkrit, sebelum ada kepastian. Hal konkrit itu adalah, si ikhwan mengkhitbah Antunna dengan datang ke orang tua Antunna. Itu … baru deh, oke. Waspadalah …waspadalah …

SO SEMUANYA … WASPADAI GOMBALISASI!!! [ ]
Logged
kembanggulamanis
Newbie
*
Posts: 9


View Profile Email
« Reply #1 on: August 26, 2008, 10:24:38 AM »

setuju...
semoga ikhwan formasi enggak kayak gitu ya
Logged
ukhti^_^
Jr. Member
**
Posts: 53


View Profile
« Reply #2 on: August 29, 2008, 04:56:23 PM »

iya ana sepakat. lebih baik ikhwan2 yg suka kirim sms tausiyah atau nasihat ke akhwat2, ga usa ngelakuin itu lagi karena bisa aja akhwat pikir itu hanya dikirim buat dia padahal sih dikirim ke semua akhwat yg dia kenal.

tapi.. kalo ana liat nih, ikhwan FIB ga ada yang kaya gitu, kan?  :Smiley
Logged
saad
Newbie
*
Posts: 21


View Profile
« Reply #3 on: September 02, 2008, 11:25:15 PM »

Pernah dengar cerita laila majnun? pernah membaca atw mendengar jawaban dari Qois ketika ditanya temannya tentang cintanya terhadapa Laila? dialognya kurang lebih seperti ini,
"Wahai Qois, kenapa kamu tidak pergi ke tempat dimana kekasihmu tinggal untuk dpt kamu ungkapkan rasa cintamu kepadanya?"
Jawab Qois:
"Sandal yg dipakainya saja lebih aku cintai dari pada dunia beserta isinya, bagaimana dapat aku sanggup melihat wajahnya."
Saudaraku, para sahabat radiallau'anhum memiliki kecintaan yg sangat luarbiasa kepada Rasulullah melebihi cintanya Qois kpd Laila. Ada seorang sahabat yang tdk mau melewati jalan selain jalan yg pernah Rasulullah lewati walau ada jalan yg lebih dekat dan labih bagus. Ada seorang sahabat yg inginnya setiap hari melihat wajah Rasulullah, dan masih banyak lagi wujud kecintaan sahabat kpd Rasulullah. Tetapi Saudaraku, tidak sedikit dari para sahabat yg wafatnya jauh daripada Rasulullah. kenapa? karena tanggung jawab mereka akan agama supaya tersebar luas, inilah cinta yg hakiki, bertemu dan berpisah karena Allah.
Saudaraku, kalau ada niat dihati kita bahwa kalau kita ikut da'wah untuk mendapatkan hati si "Fulanah" maka kita telah menjadkan da'wah yg suci ini sebagai kedok untuk mendapatkan keduniaan yg sifatnya hina. "Qul Hadzihi sabili ad'u ilallah", katakanlah bahwa ini adalah jalanku (yaitu) menyeru manusia kpd Allah bukan kpd diri. Kita bergerak atas nama da'wah tetapi niatnya untuk dapatkan hati si "Fulanah" maka ini sudah diluar daripada jalan yg Rasulullah contohkan. Jika kita sudah diluar dari jalan yg Rasulullah contohkan maka jalan siapa lagi yg kan kita ikuti?
Jadi Saudara dan Saudariku yg sama2 mengharap ridho Allah, betulkan niat diawal, disaat dan diakhir ketika kita beramal supaya amalan kita Allah terima. Rasulullah berpesan kpd Mu'adz bin Jabal, "Wahai Mu'adz, jagalah keikhlasanmu dlm setiap amal. Sesungguhnya amal yg ikhlas itu mencukupi." (Al-Hadis)
Wallahualam bisshowab
Logged
ukhti^_^
Jr. Member
**
Posts: 53


View Profile
« Reply #4 on: September 28, 2008, 07:38:44 PM »

An jd inget dgn tulisan d buku 'SURAT CINTA UNTUK SANG AKTIVIS'..
Dlm panggung cinta,hanya ad 2pilihan: mencintai dgn apresiasi yg berarti brani menikah,, atw mencintai dgn hny mencintai dlm hati tnp dketahui oleh org yg dcintai..

Tetap smangat,ukhti wa akhi!
Smoga qt bs menjaga ksucian hati..amin.
Logged
taufiqulishlah
Newbie
*
Posts: 5


View Profile Email
« Reply #5 on: December 23, 2008, 09:51:43 AM »

ah..dasar anak sekarang...biasanya apa yang ditulis itu merupakan cerminan dari realita yang ada lho..(^_^) jadi,nak formasi sekarang begitu ya??buat Komisi Pemberantasan Korupsi Hati aja (KPKh), mumpung formasi lagi suksesi niy.. satu lagi, kadang akhwatnya juga harus "galak" juga lho..
Logged
andi arif
Newbie
*
Posts: 18


View Profile
« Reply #6 on: December 25, 2008, 10:06:43 PM »

biasa fiq, ikhwah sekarang, masalah dakwah tu ujung-ujungnya ya....(antum tau lah). nih gimana kalau ust. mashadi atau ust. fathuddin ja'far ngisi kajian di FIB. bisa berabe akhi... Grin Grin Grin Grin Grin
Logged
Pages: [1]
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.4 | SMF © 2006-2007, Simple Machines LLC

Valid XHTML 1.0! Valid CSS! Dilber MC Theme by HarzeM